Internal Marketing

Dalam konteks perusahaan, internal marketing mencakup

(a). kesiapan,

(b). kepedulian dan

(c) pelayanan dari Top Management sampai level management, sesama karyawan, serta kepada masyarakat.

”Apa yang bisa saya bantu ?” adalah ucapan yang enak didengar untuk
mewujudkan kepedulian dan pelayanan dalam pelaksanaan internal
marketing. Apabila sikap yang baik dan ramah bisa membudaya disebuah
perusahaan/organisasi maka suasana kerja kondusif dan kinerja yang
bagus akan mempermudah terlaksana. Kondisi tersebut lambat laun akan
memberikan perbaikan pada performance management, yang dapat
digambarkan sebagai sebuah packing dari produk industri yang selalu
menjadi perhatian utama dalam pemasaran.

Kesiapan dalam
melaksanakan pekerjaan sesuai job discription-nya merupakan aspek
penting yang harus dipenuhi, karena hal itu mendasari mata rantai
kinerja dalam perusahaan. contohnya sopir, mereka sudah punya SIM dan
kemampuan yang siap untuk menjalankan kendaraan sesuai tujuan penumpang.

Kepedulian
terhadap kinerja adalah kunci sukses yang telah dimiliki
perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia. Contoh kecil sebuah
kepedulian adalah menunjukkan/mengantarkan seorang tamu yang sedang
kebingungan mencari informasi tentang produk/jasa yang di tawarkan
perusahaan. Wujud kepedulian dapat juga diungkapkan dengan perasaan
senang dan ikut memiliki ketika terjadi kemajuan dalam perusahaan.
Kepedulian dan perhatian satu sama yang lain merupakan salah satu totok
ukur tentang pengabdian dan dedikasi seseorang terhadap perusahaan.

Pelayanan
infomasi perlu disimak secara serius, sistimatis dan terpadu dalam
rangka menarik calon konsumen. Strategi ini akan sangat efektif tidak
saja untuk pemasaran jangka pendek dan menengah, tetapi juga untuk
jangka panjang. Hal itu beralasan karena konsumen merupakan bagian
terpenting dari sistem pemasaran “dari mulut ke mulut” yang sekaligus
sebagai etalase hidup dari perusahaan di masyarakat.
Konsumen akan
menjadi cermin dan tolok ukur dari eksistensi perusahaan. Hasil jangka
panjangnya, konsumen kelak akan memberikan respon yang positif untuk
membeli produk/jasa ke perusahaan yang bersangkutan. Sebaliknya, jika
mereka tidak mendapatkan pelayanan dan informasi yang memadai justru
akan menjadi bumerang yang merugikan :jangan membeli produk/jasa dari
perusahaan ini!.

Eksternal Marketing

Target utama
marketing adalah menarik konsumen. Setelah suatu perusahaan merumuskan
pernyataan misinya, seorang manager divisi akan mengetahui
bagian-bagian lingkungan yang harus diperhatikan untuk mencapai
tujuannya. Misalnya, perusahaan printer, yang perlu diperhatikan adalah
tingkat pertumbuhan jumlah pemakaian printer; kesehatan keuangan
usahanya sendiri; pesaing yang ada maupun yang baru; perkembangan
teknologi baru; undang-undang dan peraturan yang dapat mempengaruhi
rancangan atau pemasaran printer, dan saluran distribusi penjualan
printer.

Umumnya, dalam suatu divisi harus memonitor “kekuatan
lingkungan makro” (demografi/ekonomi, teknologi, politik/hukum dan
sosial/budaya) dan “pelaku lingkungan mikro”(pelanggan, pesaing,
saluran distribusi, pemasok) yang mempengaruhi kemampuannya memperoleh
laba.
Suatu divisi harus memiliki “Sistem Intelejen Pemasaran” untuk
mengikuti kecenderungan dan perkembangan penting yang terjadi, serta
menentukan peluang dan ancaman yang timbul dari kecenderungan dan
perkembangan tersebut.


Leave a Comment

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security text shown in the picture. Click here to regenerate some new text.
Click to hear an audio file of the anti-spam word